:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Sidokkes-bersama-Tim-Identifikasi-Satreskrim-Polres-Jembrana-melakukan-identifikasi-luar-t.jpg)
bali.tribunnews.com · Feb 15, 2026 · Collected from GDELT
Published: 20260215T103000Z
TRIBUN-BALI.COM - Seorang warga asal Kecamatan Negara, meninggal dunia di areal Pos Jaga Permanen DAM Banjar Baluk I, Desa Baluk, Kecamatan Negara, Jembrana, Sabtu 14 Februari 2026 malam. Ia adalah pria paro baya berinisial IKB (56). Belum diketahui penyebab pasti insiden tersebut. Namun, pihak keluarga dilaporkan sudah menerima peristiwa tersebut sebagai musibah. Menurut informasi yang diperoleh, peristiwa tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 20.30 WITA. Menerima informasi dari masyarakat, personel kepolisian bersama tim medis dari Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) Polres Jembrana segera mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan di tempat kejadian perkara (TKP) serta olah TKP aspek medik. Berdasarkan keterangan awal saksi di lokasi, korban sempat bersama seorang perempuan di area DAM tersebut mulai pukul 19.30 WITA. Baca juga: TEGA Sekali Ayah Pukuli Anaknya di Buleleng, Alasan Kesal Menunggu Terlalu Lama Keluar Sekolah! Baca juga: Luh SDA Alami Pelecehan Saat Beli Body Lotion di Warung di Sukasada Buleleng Tak disangka, pria 56 tahun tersebut tiba-tiba terjatuh dan tidak sadarkan diri. Saksi yang bersama korban saat itu kemudian menghubungi pihak keluarga, yang selanjutnya melaporkan kejadian tersebut kepada kepolisian. "Setelah penanganan, jenazah kemudian dievakuasi ke RSU Negara untuk pemeriksaan luar oleh tim medis Sidokkes bersama Tim Identifikasi Polres Jembrana," jelas Kasi Humas Polres Jembrana, IPDA I Putu Budi Arnaya saat dikonfirmasi, Minggu 15 Pebruari 2026. IPDA Budi ari hasil pemeriksaan luar, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Beberapa temuan medis dicatat sebagai bagian dari prosedur standar olah TKP, dan seluruh barang milik korban turut diamankan untuk kepentingan pendataan serta penyelidikan lebih lanjut. Disinggung mengenai penyebab pasti kematian korban, Kasi Humas menyebutkan hingga saat ini belum dapat dipastikan secara ilmiah karena pihak keluarga menyatakan menolak dilakukan autopsi dan telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah. "Penolakan autopsi tersebut dituangkan dalam surat pernyataan resmi dari keluarga," ungkapnya. Namun, kata dia, pihak kepolisian tetap melakukan langkah-langkah penyelidikan melalui pengumpulan bahan keterangan dan dokumentasi guna memastikan tidak terdapat unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut.(*)