%3Astrip_icc()%3Aformat(jpeg)%2Fkly-media-production%2Fmedias%2F5514517%2Foriginal%2F041534500_1772092813-17720209201062.jpg&w=3840&q=75)
liputan6.com · Feb 26, 2026 · Collected from GDELT
Published: 20260226T113000Z
Apa manfaat puasa Ramadan bagi tubuh?Apa yang dimaksud dengan autofagi dalam konteks puasa?Bagaimana puasa membantu tubuh mengelola glukosa dan lemak? Baca artikel ini 5x lebih cepat Liputan6.com, Jakarta - Selain ibadah, manfaat puasa Ramadan juga bisa dirasakan oleh tubuh. Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan \(BPOM) yang juga ilmuwan bidang kedokteran, Taruna Ikrar mengungkapkan manfaat puasa dalam meregenerasi sel-sel tubuh. Taruna mengungkapkan puasa berkaitan dengan proses autofagi, yakni mekanisme alami tubuh dalam membersihkan sel-sel rusak dan meregenerasi sel baru. Regenerasi sel yang berlangsung secara berkala ini membuat tubuh terasa lebih segar, terutama bagi mereka yang menjalankan puasa secara konsisten selama sebulan penuh. Selain itu, puasa juga sistem glikolisis. Apa itu? Setelah sekitar 8 jam makanan diproses tubuh, cadangan energi mulai digunakan melalui proses yang dikenal sebagai glikolisis. “Dalam rentang waktu puasa sekitar 14 jam, tubuh memanfaatkan simpanan glukosa dan lemak yang tertumpuk di berbagai organ sebagai sumber energi. Proses ini membantu mengurangi kelebihan glukosa dan lemak yang berpotensi menjadi sumber penyakit. Lemak yang tersimpan akan dipecah menjadi energi sehingga tubuh menjadi lebih seimbang dan metabolisme lebih optimal,” jelas Taruna dalam penyegaran rohani kepada para pegawai BPOM dan jemaah Masjid As-Salam melalui kultum yang disampaikannya pada Rabu (25/2/2026) mengutip keterangan BPOM. Unsur Spiritual PuasaTaruna juga memaparkan bahwa puasa di bulan Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi menjadi instrumen spiritual. Kewajiban berpuasa yang disyariatkan dalam Islam bertujuan membentuk pribadi bertakwa, yakni hamba yang meyakini kehadiran Allah dalam setiap aspek kehidupan sehingga setiap tindakan dilandasi keimanan. Dalam ajaran Islam, Ramadan disebut sebagai bulan penuh kemuliaan. Disebutkan bahwa ketika Ramadan tiba, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu. Taruna menyebut momentum Ramadan diyakini sebagai kesempatan besar bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah serta mendekatkan diri kepada Allah. Anda Sedang Mengikuti Pembahasan SeputarRamadanBenedikta DesideriaTim RedaksiShareCopy LinkBatalkan