NewsWorld
PredictionsDigestsScorecardTimelinesArticles
NewsWorld
HomePredictionsDigestsScorecardTimelinesArticlesWorldTechnologyPoliticsBusiness
AI-powered predictive news aggregation© 2026 NewsWorld. All rights reserved.
Trending
TrumpFebruaryMilitaryCampaignNewsProtestsTariffMajorDigestSundayTimelinePartyHealthIranOnePolicyAnnouncesGameStrikesTargetsYearIranianNuclearDigital
TrumpFebruaryMilitaryCampaignNewsProtestsTariffMajorDigestSundayTimelinePartyHealthIranOnePolicyAnnouncesGameStrikesTargetsYearIranianNuclearDigital
All Articles
Riset Ungkap Puasa Ramadan Perbaiki Metabolisme dan Otak
leisure.harianjogja.com
Clustered Story
Published 1 day ago

Riset Ungkap Puasa Ramadan Perbaiki Metabolisme dan Otak

leisure.harianjogja.com · Feb 21, 2026 · Collected from GDELT

Summary

Published: 20260221T060000Z

Full Article

Dokter dan pasien. - Ilustrasi - Freepik Harianjogja.com, JAKARTA—Puasa Ramadan tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga terbukti memberi manfaat kesehatan seperti menurunkan gula darah hingga meningkatkan fungsi otak. Temuan ini diperkuat berbagai penelitian dan penjelasan otoritas kesehatan yang menunjukkan puasa dengan pola makan seimbang berdampak positif pada metabolisme tubuh.Sejumlah kajian kesehatan menyebut puasa memberikan kesempatan bagi sistem pencernaan untuk beristirahat. Mengutip laman resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Sabtu (21/2/2026), dalam kondisi normal organ pencernaan bekerja hampir tanpa henti mengolah makanan, sedangkan saat berpuasa aktivitas tersebut berkurang sehingga tubuh memiliki waktu melakukan proses pemulihan secara alami. Selain itu, puasa juga berkontribusi terhadap peningkatan sistem kekebalan tubuh. Metabolisme yang lebih terkontrol membantu tubuh melawan infeksi serta menjaga kesehatan kulit. Dengan pola makan yang tepat saat sahur dan berbuka, proses perbaikan sel yang rusak berlangsung lebih optimal.Dari sisi penyakit kardiovaskular, puasa membantu mengendalikan hormon tertentu seperti katekolamin yang berperan dalam respons stres tubuh. Pengendalian hormon ini dapat menurunkan risiko gangguan jantung, termasuk serangan jantung, terutama apabila dibarengi gaya hidup sehat. BACA JUGA Mahkamah Agung AS Batalkan Tarif Global Trump, Dampak Meluas Persipura Waspadai Soliditas PSS Sleman, RD Jaga Ritme Tim Pembatasan waktu makan selama Ramadan juga berpengaruh terhadap berat badan. Asupan kalori yang umumnya menurun karena waktu makan hanya saat sahur dan berbuka menciptakan defisit kalori alami, yang menjadi faktor penting dalam penurunan berat badan, terutama pada individu dengan indeks massa tubuh (IMT) tinggi selama pola makan tetap terkontrol.Manfaat puasa Ramadan juga terlihat pada pengendalian gula darah dan kolesterol. Penelitian yang dipublikasikan dalam e-Journal Kedokteran Indonesia (eJKI) Universitas Indonesia terhadap guru sekolah dasar di Medan menunjukkan adanya penurunan signifikan kadar gula darah serta kolesterol total setelah menjalani puasa Ramadan. Dalam studi tersebut, kadar kolesterol turun dari rata-rata 224,2 mg/dL menjadi 201,75 mg/dL, sementara kadar gula darah juga mengalami penurunan bermakna. Temuan ini sejalan dengan penelitian lain yang menyebut puasa dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan membantu mengontrol kadar glukosa darah.Membantu Membersihkan SelPuasa juga memicu proses autophagy, yaitu mekanisme alami tubuh untuk membersihkan sel-sel rusak dan zat berbahaya. Proses ini berperan dalam regenerasi sel sekaligus perlindungan terhadap penyakit degeneratif. Namun, penelitian eJKI mencatat adanya potensi peningkatan kadar asam urat selama puasa, terutama akibat perubahan pola makan dan kurangnya asupan cairan, sehingga kebutuhan hidrasi saat sahur dan berbuka tetap harus diperhatikan.Dampak positif lainnya adalah peningkatan kesehatan otak. Saat tubuh menahan lapar dan haus, terjadi perubahan metabolisme yang memicu produksi brain-derived neurotrophic factor (BDNF), yaitu protein yang berperan dalam pertumbuhan serta perlindungan sel saraf. Peningkatan BDNF membantu pembentukan koneksi baru antar sel saraf atau neuroplastisitas sehingga mendukung konsentrasi, daya ingat, dan kemampuan belajar. Dengan pola puasa yang konsisten, manfaat ini berpotensi membantu menjaga fungsi kognitif dalam jangka panjang, termasuk bagi individu usia produktif maupun lanjut usia. Individu dengan kondisi medis tertentu seperti diabetes berat, penyakit jantung koroner, atau gangguan ginjal tetap disarankan berkonsultasi dengan tenaga medis sebelum berpuasa agar manfaat kesehatan dapat diperoleh secara optimal dan aman. Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Sumber : Bisnis.com


Share this story

Read Original at leisure.harianjogja.com

Related Articles

merdeka.comabout 17 hours ago
Ahli Penyakit Dalam Ungkap Pentingnya Pola Makan Sehat Ramadhan untuk Puasa Aman dan Tetap Bugar

Published: 20260222T011500Z

liputan6.com1 day ago
Puasa Ramadan Jadi Kesempatan untuk Reset Mental hingga Tumbuhkan Rasa Empati

Published: 20260221T084500Z

lifestyle.bisnis.com1 day ago
Manfaat Puasa , Turunkan Gula Darah dan Tingkatkan Fungsi Otak

Published: 20260221T030000Z

bangka.tribunnews.com3 days ago
Usia 30 - an Mudah Lelah Saat Puasa Ramadhan ? Ini Tips Dokter agar Tubuh Tetap Prima

Published: 20260220T043000Z

jogja.tribunnews.com4 days ago
Puasa Ramadan Bantu Jaga Lambung Tetap Sehat , Ini Penjelasan Dokter

Published: 20260219T013000Z

liputan6.com6 days ago
Puasa Ramadan , Ini 6 Manfaatnya untuk Kesehatan

Published: 20260216T220000Z