%2Fdata%2Fphoto%2F2026%2F02%2F28%2F69a2d8b83549b.jpg&w=1920&q=75)
nasional.kompas.com · Mar 1, 2026 · Collected from GDELT
Published: 20260301T003000Z
JAKARTA, KOMPAS.com – Israel melancarkan serangan ke Teheran, Iran, pada Sabtu (28/2/2026) pagi waktu setempat. Pascaserangan, Israel langsung menutup wilayah udaranya dan menetapkan keadaan darurat untuk mengantisipasi kemungkinan serangan balasan. Dikutip dari media Inggris The Guardian, penutupan wilayah udara dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi serangan drone dan rudal dari Iran.Juru bicara militer Israel menyatakan, serangan tersebut merupakan langkah pendahuluan untuk menghilangkan ancaman terhadap negaranya. Baca juga: AHY Sebut Serangan Israel ke Iran Picu Tantangan Berat Ekonomi dan Energi Sementara itu, kantor berita Agence France-Presse (AFP) melaporkan terdengar dua ledakan di Teheran. Laporan Associated Press (AP) menyebutkan, serangan terjadi di dekat kantor Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Sejumlah pejabat Amerika Serikat (AS) dan sumber yang mengetahui operasi tersebut menyebutkan bahwa AS turut terlibat dalam serangan itu. Serangan terjadi ketika AS mengerahkan armada besar jet tempur dan kapal perang ke kawasan Timur Tengah sebagai bagian dari tekanan terhadap Iran agar mencapai kesepakatan terkait program nuklirnya.Prabowo siap turun tangan Merespons eskalasi tersebut, pemerintah Indonesia menyatakan kesiapan untuk memfasilitasi dialog dan melakukan mediasi guna meredam ketegangan militer di Timur Tengah. Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto disebut bersedia bertolak ke Teheran apabila kedua belah pihak menyetujui langkah mediasi."Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Presiden Republik Indonesia, menyampaikan kesiapan untuk memfasilitasi dialog bagi terciptanya kembali kondisi keamanan yang kondusif dan apabila disetujui kedua belah pihak, Presiden Indonesia bersedia untuk bertolak ke Teheran untuk melakukan mediasi," tulis Kemlu RI dalam akun X @Kemlu_RI, Sabtu (28/2/2026). Baca juga: Pramono Soroti Potensi Kenaikan Harga di DKI Dampak Serangan Israel ke Iran Pemerintah Indonesia juga menyesalkan gagalnya perundingan antara AS dan Iran yang berlangsung di Jenewa, Swiss, pada Jumat (27/2/2026). Perundingan terkait program nuklir tersebut dinilai menjadi salah satu pemicu meningkatnya ketegangan antara Iran dan Israel yang didukung AS. "Indonesia sangat menyesalkan gagalnya perundingan antara AS dan Iran, yang telah berdampak pada eskalasi militer di kawasan Timur Tengah," tulis Kemlu RI.Indonesia menyerukan semua pihak untuk menahan diri dan mengedepankan dialog serta diplomasi. Sesuai politik luar negeri bebas aktif, Indonesia menekankan pentingnya penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah setiap negara serta penyelesaian konflik secara damai. Selain itu, pemerintah menilai peningkatan ketegangan di Timur Tengah berpotensi mengganggu stabilitas kawasan serta perdamaian dan keamanan dunia. "WNI di wilayah terdampak diimbau tetap tenang, waspada, mengikuti arahan otoritas setempat, dan menjaga komunikasi dengan Perwakilan RI terdekat," tulis Kemlu RI. Baca juga: Iran Diserang Israel, KBRI Teheran Terus Perkuat Komunikasi dengan WNI