
lestari.kompas.com · Feb 27, 2026 · Collected from GDELT
Published: 20260227T104500Z
KOMPAS.com - Perang Rusia dan Ukraina dalam empat tahun terakhir telah berdampak pada berbagai hal. Tidak hanya dari segi korban jiwa, tapi juga lingkungan. Meski luas daratannya kurang dari enam persen dari total luas benua Eropa, Ukraina adalah rumah bagi sepertiga keanekaragaman hayati Eropa.Baca juga: Perang Rusia-Ukraina Bikin Harga Pupuk Meroket, Petani Beralih ke Alam Limbah Pertanian Bisa Jadi Bahan Bangunan, Simpan Karbon dan Tekan Emisi Iklim Perang telah meningkatkan tekanan pada lebih dari seribu spesies hewan, tumbuhan, dan jamur yang terancam punah, dilansir dari Euronews, Jumat (27/2/2026). Rekaman yang memperlihatkan tank, infrastruktur yang hancur, dan kobaran api yang tidak terkendali juga telah menyingkap fakta bahwa perang dan aksi militer telah menjadi salah satu penyumbang polusi terbesar di dunia, meskipun hal ini kurang mendapat perhatian. Dampak perang Rusia-Ukraina terhadap lingkungan Biaya karbon dari perang Dok. Unsplash/Andriyko Podilnyk Perang Rusia-Ukraina menghasilkan 311 juta tCO2e sejak 2022. Konsumsi bahan bakar fosil militer memperparah krisis iklim. Inisiatif Akuntansi Gas Rumah Kaca Perang telah menghitung emisi karbon yang dihasilkan sejak perang Rusia-Ukraina dimulai. Laporan terbarunya menyatakan bahwa pada tahun keempat konflik ini, emisi gas rumah kaca telah meningkat sebesar 75 juta ton setara karbon dioksida (tCO2e). Hal ini menjadikan total emisi sejak pertengahan Februari 2022 mencapai angka yang mencengangkan yaitu 311 juta tCO2e, hampir setara dengan emisi global tahunan yang dihasilkan dari energi untuk memompa air di seluruh dunia.Emisi tersebut berasal dari tank dan mesin berbahan bakar fosil, kebakaran lahan, infrastruktur energi, migrasi, penerbangan sipil, dan rekonstruksi kerusakan. Meskipun emisi meningkat di semua kategori selama tahun keempat perang, kebakaran lahan juga melonjak untuk tahun kedua berturut-turut yang turut menyumbang 23 persen dari total emisi keseluruhan. Pada tahun 2025, Ukraina mengalami kebakaran lahan alami seluas 1,39 juta hektar, jauh melampaui tingkat sebelum perang. Hal ini terjadi di saat lembaga amal Ukraina sedang berjuang keras untuk melakukan rewilding atau mengembalikan alam ke kondisi liar aslinya di seluruh negeri, tujuannya melindungi satwa liar dan bahkan membantu para tentara memulihkan luka psikologis mereka. Kondisi cuaca yang sangat panas dan kering, yang kemungkinan diperparah oleh pemanasan global, membuat percikan api kecil dari pertempuran berubah menjadi kebakaran besar yang tidak terkendali. Upaya pemadaman kebakaran menjadi mustahil dilakukan. Emisi dari upaya rekonstruksi juga melonjak, terutama di sektor energi. Hal ini terjadi menyusul eskalasi serangan Rusia terhadap infrastruktur pemanas dan listrik Ukraina selama musim dingin yang keras di tahun 2025-2026. Para ahli pun menggarisbawahi bagaimana konflik bersenjata dan perubahan iklim saling memperburuk satu sama lain. Baca juga: Gapki Minta Beban Ekspor Dikurangi akibat Perang Dagang Ahli Wanti-wanti Perang Dagang Trump Bisa Ancam Pembangunan Berkelanjutan