:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/tentara-as-di-afghanistan2.jpg)
aceh.tribunnews.com · Feb 23, 2026 · Collected from GDELT
Published: 20260223T040000Z
Ringkasan Berita: Sejumlah pejabat AS kepada ABC News mengonfirmasi adanya relokasi personel dari pangkalan di Qatar menjelang potensi serangan. Meski tidak disebutkan secara spesifik, fasilitas militer terbesar AS di negara tersebut adalah Al Udeid Air Base, yang selama ini menjadi pusat operasi udara Washington di Timur Tengah. Langkah ini terjadi saat Senator Partai Republik dari Carolina Selatan, Lindsey Graham, secara terbuka mendesak Presiden Donald Trump untuk mempertimbangkan serangan terhadap Iran. SERAMBINEWS.COM - Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran semakin memanas. Ratusan hingga ribuan personel militer AS dilaporkan direlokasi dari pangkalan utama di Qatar, di tengah meningkatnya spekulasi bahwa Washington tengah bersiap menghadapi kemungkinan konflik terbuka dengan Teheran. Sejumlah pejabat AS kepada ABC News mengonfirmasi adanya relokasi personel dari pangkalan di Qatar menjelang potensi serangan. Meski tidak disebutkan secara spesifik, fasilitas militer terbesar AS di negara tersebut adalah Al Udeid Air Base, yang selama ini menjadi pusat operasi udara Washington di Timur Tengah. Langkah ini terjadi saat Senator Partai Republik dari Carolina Selatan, Lindsey Graham, secara terbuka mendesak Presiden Donald Trump untuk mempertimbangkan serangan terhadap Iran. Baca juga: Pembicaraan Nuklir Buntu, Iran: Kami tidak akan Sujud pada AS Graham menilai ancaman dari Teheran tidak boleh dibiarkan tanpa respons tegas. Diplomasi Mandek, Militer Bergerak Amerika Serikat telah lama mencurigai Iran mengembangkan kemampuan senjata nuklir. Namun, Teheran membantah tudingan tersebut dan menegaskan bahwa program pengayaan uranium mereka bertujuan damai. Satu di antara Pangkalan Militer AS di Irak. Serangan terhadap infrastruktur AS di Irak mengalami eskalasi sejak Israel membombardir Gaza dengan dalih memberangus Hamas. (tangkap layar ParsToday) Perundingan tidak langsung antara kedua negara di Jenewa pekan lalu dilaporkan gagal menghasilkan terobosan berarti. Di tengah kebuntuan diplomatik itu, Trump memberi isyarat kuat bahwa opsi militer sedang dipertimbangkan. “Saya sedang mempertimbangkannya,” kata Trump kepada wartawan, tanpa merinci langkah yang akan diambil. Laporan media menyebutkan sekitar 35.000 personel AS kini disiagakan di Timur Tengah. Washington juga mengerahkan kapal induk USS Gerald R. Ford, ratusan pesawat kargo dan jet tempur, serta kelompok tempur kapal induk USS Abraham Lincoln. Citra satelit dan data pelacakan penerbangan yang ditinjau media internasional menunjukkan puluhan pesawat—termasuk jet siluman F-35, drone, dan sistem pertahanan udara—telah tiba di pangkalan Muwaffaq Salti di Yordania. Dampak Global: Harga Minyak Melonjak Memanasnya situasi langsung berdampak pada pasar energi global. Harga minyak acuan Brent melonjak dalam dua hari terakhir. Meski Iran hanya menyumbang kurang dari tiga persen produksi minyak dunia, negara tersebut menguasai Selat Hormuz—jalur vital yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak global.