NewsWorld
PredictionsDigestsScorecardTimelinesArticles
NewsWorld
HomePredictionsDigestsScorecardTimelinesArticlesWorldTechnologyPoliticsBusiness
AI-powered predictive news aggregation© 2026 NewsWorld. All rights reserved.
Trending
TrumpMajorMilitaryStrikesFebruaryIranAnnouncesIranianNewsAdditionalDigestSundayTimelineYearNuclearTargetingGameHumanoidGlobalMarketNipahLimitedChineseCampaign
TrumpMajorMilitaryStrikesFebruaryIranAnnouncesIranianNewsAdditionalDigestSundayTimelineYearNuclearTargetingGameHumanoidGlobalMarketNipahLimitedChineseCampaign
All Articles
BPS gandeng pemerintah dan masyarakat susun IDI Papua Barat Daya
antaranews.com
Published 4 days ago

BPS gandeng pemerintah dan masyarakat susun IDI Papua Barat Daya

antaranews.com · Feb 19, 2026 · Collected from GDELT

Summary

Published: 20260219T090000Z

Full Article

Sorong (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Papua Barat menggandeng unsur pemerintah dan berbagai elemen masyarakat dalam pembahasan penyusunan Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) Provinsi Papua Barat Daya melalui forum diskusi kelompok terarah alias FGD.Kepala BPS Papua Barat, Merry, di Sorong, Kamis, menjelaskan, IDI merupakan ukuran pembangunan politik yang digunakan pemerintah dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) sejak 2010 hingga periode 2025–2029, serta telah tertuang dalam RPJMD Provinsi Papua Barat Daya 2025–2029.Menurut dia, penyusunan IDI dilakukan secara kolaboratif antara Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, BPS, Bappenas, Kemendagri, serta pemerintah daerah.IDI juga disusun berbasis bukti (evidence based) guna mendorong pengambilan kebijakan yang didasarkan pada data dan fakta.“IDI bukan berdasarkan asumsi atau ‘katanya-katanya’, tetapi bersumber dari dokumen resmi seperti peraturan gubernur, peraturan daerah, peraturan bupati, surat edaran, serta data kementerian dan lembaga. Selain itu juga dilakukan penelusuran dari sekitar 15 ribu media massa daring,” ujarnya.Ia menambahkan, hasil pengumpulan data tersebut kemudian dikonfirmasi dan diperkaya melalui diskusi kelompok terarah yang melibatkan unsur pemerintah, aparat penegak hukum, perguruan tinggi, mahasiswa, partai politik, hingga wartawan.Ia menjelaskan, IDI terdiri atas tiga aspek utama, yakni kebebasan, kesetaraan, dan kapasitas lembaga demokrasi dengan total 22 indikator. Aspek kebebasan dan kesetaraan masing-masing memiliki tujuh indikator, sedangkan kapasitas lembaga demokrasi memiliki delapan indikator.Berdasarkan data terakhir 2024 yang masih menggabungkan Papua Barat dan Papua Barat Daya, nilai indeks berada pada angka 64,74 atau kategori sedang. Pada 2025, penghitungan akan dilakukan secara terpisah untuk Papua Barat dan Papua Barat Daya.Ia mengungkapkan sejumlah indikator yang masih rendah, antara lain jaminan kebebasan berkumpul dan berpendapat, partisipasi masyarakat dalam memengaruhi kebijakan publik, kinerja lembaga legislatif, netralitas penyelenggara pemilu, transparansi anggaran, serta pendidikan politik oleh partai politik.Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah Papua Barat Daya, Yakob Kareth, mengatakan penyusunan IDI menjadi penting untuk mengukur sejauh mana perkembangan demokrasi di tingkat provinsi, khususnya pascareformasi.Menurut dia, sejak era reformasi, kebebasan berekspresi dan partisipasi masyarakat dalam mengawasi jalannya pemerintahan semakin meningkat. Namun demikian, diperlukan pengukuran yang komprehensif dan objektif untuk mengetahui kinerja demokrasi secara empirik.“IDI diharapkan dapat menggambarkan tingkat perkembangan demokrasi di daerah sekaligus menjadi dasar perencanaan pembangunan politik di tingkat provinsi,” katanya.Ia menambahkan, berdasarkan Undang-Undang Nomor 59 Tahun 2024 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2025–2045, IDI ditetapkan sebagai salah satu indikator utama pembangunan dan menjadi indikator kinerja utama wajib bagi gubernur yang akan dimonitor pemerintah pusat.Dia berharap melalui diskusi kelompok terarah tersebut dapat dihimpun data dan informasi yang akurat sehingga nilai IDI benar-benar mencerminkan kondisi demokrasi di daerah serta menjadi landasan memperkuat tata kelola pemerintahan yang transparan dan partisipatif.Pewarta: Yuvensius Lasa BanafanuEditor: Ade P Marboen Copyright © ANTARA 2026 Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


Share this story

Read Original at antaranews.com

Related Articles

antaranews.com1 day ago
Polres Mimika beri layanan kehatanan gratis untuk warga di pedalaman

Published: 20260221T123000Z

antaranews.com1 day ago
Deteksi dini kunci cegah dampak fatal infeksi virus Nipah

Published: 20260221T044500Z

antaranews.com3 days ago
Profil Prihati Pujowaskito , dokter TNI yang jadi Dirut BPJS Kesehatan

Published: 20260220T051500Z

antaranews.com3 days ago
Uji UU Polri , advokat minta kepolisian di bawah Kemendagri

Published: 20260219T140000Z

antaranews.com5 days ago
Pertamina Patra Niaga wujudkan pengelolaan limbah lewat SI CADIAK

Published: 20260217T163000Z

antaranews.com8 days ago
Kenali sel punca yang dipelajari mahasiswa Unbraw di Universitas Kyoto

Published: 20260215T081500Z