/data/photo/2025/10/17/68f1d293a3ee3.jpg)
kompas.com · Feb 18, 2026 · Collected from GDELT
Published: 20260218T000000Z
LIMA, KOMPAS.com – Kongres Peru pada Selasa (18/2/2026) memakzulkan Presiden interim Jose Jeri, yang baru menjabat sejak Oktober 2025. Jeri menjadi presiden ketujuh Peru dalam 10 tahun terakhir dan yang terbaru yang tersingkir karena tuduhan penyalahgunaan jabatan. Politikus berusia 39 tahun itu dituduh terlibat dalam perekrutan tidak wajar sejumlah perempuan di pemerintahannya serta dugaan gratifikasi terkait pengusaha asal China. Baca juga: Capres Peru Diserang, Mobilnya Diberondong Tembakan Pemotor Pemakzulan ini terjadi hanya beberapa pekan sebelum pemilihan presiden yang dijadwalkan pada 12 April mendatang. Dugaan rekrutmen tidak wajar Jose Jeri menjabat sejak Oktober tahun lalu setelah menggantikan Dina Boluarte, yang juga dimakzulkan di tengah gelombang protes atas korupsi dan lonjakan kekerasan terkait kejahatan terorganisir. Saat itu, Jeri masih menjabat sebagai ketua parlemen unikameral Peru dan ditunjuk untuk menyelesaikan sisa masa jabatan Boluarte hingga Juli 2026. Secara konstitusional, ia dilarang mencalonkan diri dalam pemilu.Kasus yang menjerat Jeri mencuat setelah program investigasi televisi Cuarto Poder mengungkap bahwa lima perempuan diduga memperoleh pekerjaan secara tidak semestinya di kantor presiden dan Kementerian Lingkungan Hidup setelah bertemu dengannya. Namun jaksa menyebut jumlahnya mencapai sembilan orang. Pekan lalu, jaksa membuka penyelidikan untuk mengetahui “apakah kepala negara menggunakan pengaruh yang tidak semestinya” dalam penunjukan jabatan di pemerintahan. Jeri membantah seluruh tuduhan tersebut dan menyatakan dirinya tidak bersalah.Selain itu, ia juga diselidiki atas dugaan “sponsor ilegal kepentingan” menyusul pertemuan rahasia dengan seorang pengusaha China yang memiliki hubungan bisnis dengan pemerintah. Krisis jelang pemilu Pemakzulan Jeri terjadi di tengah situasi politik yang dinilai tidak stabil. Sejumlah pengamat menilai ada kemungkinan manuver politik di balik langkah Kongres tersebut, mengingat pemilu akan digelar dalam beberapa pekan dan lebih dari 30 kandidat—rekor terbanyak—telah mendaftar. Kandidat dari partai sayap kanan Popular Renewal yang memimpin jajak pendapat, Rafael Lopez Aliaga, termasuk salah satu tokoh yang paling vokal menyerukan agar Jeri dilengserkan. Baca juga: Peru Darurat Nasional, Bersiap Diserbu Imigran Chile Kongres dijadwalkan memilih ketua parlemen baru pada Rabu (19/2/2026) untuk menggantikan pejabat sementara. Ketua parlemen yang baru secara otomatis akan menjabat sebagai presiden interim Peru hingga Juli, sampai presiden baru hasil pemilu dilantik. Analis politik Augusto Alvarez sebelumnya telah memperingatkan sulitnya mencari sosok pengganti yang memiliki legitimasi kuat. “Akan sulit menemukan pengganti dengan legitimasi politik di Kongres saat ini, dengan bukti-bukti mediokritas dan kecurigaan kuat terhadap korupsi yang meluas,” ujarnya kepada AFP menjelang pemungutan suara Selasa.