NewsWorld
PredictionsDigestsScorecardTimelinesArticles
NewsWorld
HomePredictionsDigestsScorecardTimelinesArticlesWorldTechnologyPoliticsBusiness
AI-powered predictive news aggregation© 2026 NewsWorld. All rights reserved.
Trending
TrumpTariffTradeAnnounceLaunchNewsPricesStrikesMajorFebruaryPhotosYourCarLotSayCourtDigestSundayTimelineSafetyGlobalMarketTechChina
TrumpTariffTradeAnnounceLaunchNewsPricesStrikesMajorFebruaryPhotosYourCarLotSayCourtDigestSundayTimelineSafetyGlobalMarketTechChina
All Articles
Angka Prevalensi Obesitas Tinggi , Risiko Diabetes Meningkat : Okezone Women
women.okezone.com
Published 1 day ago

Angka Prevalensi Obesitas Tinggi , Risiko Diabetes Meningkat : Okezone Women

women.okezone.com · Feb 21, 2026 · Collected from GDELT

Summary

Published: 20260221T044500Z

Full Article

Angka Prevalensi Obesitas Tinggi, Risiko Diabetes Meningkat (Foto: Freepik) JAKARTA - Pertumbuhan sektor layanan kesehatan berbasis gaya hidup (lifestyle medicine) mendorong meningkatnya minat masyarakat perkotaan terhadap program manajemen berat badan yang terstruktur dan berbasis pendampingan profesional. Pendekatan yang menggabungkan aspek nutrisi, perilaku, serta pemantauan medis kini dipandang sebagai solusi jangka panjang di tengah meningkatnya prevalensi obesitas dan penyakit tidak menular di Indonesia. Secara nasional, persoalan berat badan berlebih menjadi tantangan kesehatan publik yang berdampak pada beban ekonomi. Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 yang dirilis Kementerian Kesehatan menunjukkan prevalensi obesitas pada penduduk usia di atas 18 tahun telah melampaui 23 persen. Risiko Penyakit Dalam Kondisi ini berkorelasi erat dengan meningkatnya risiko penyakit tidak menular seperti diabetes melitus dan hipertensi, yang menurut BPJS Kesehatan menyerap lebih dari 20 persen total pembiayaan klaim layanan kesehatan dalam beberapa tahun terakhir. Baca Juga: Chief Marketing Officer LIGHT Group, Anna Yesito Wibowo, mengatakan tantangan dalam pengelolaan berat badan kini tidak lagi semata dipengaruhi faktor internal, tetapi juga faktor eksternal seperti lingkungan sosial dan arus informasi nutrisi di ruang digital. “Seiring waktu, tantangan para pejuang diet makin variatif, jadi tidak hanya internal, tetapi juga faktor eksternal, serta faktor-faktor di luar kendali kita, misalnya lingkungan di sekitar dan seberapa dalam pengetahuan serta pemahaman terhadap nutrisi,” ujarnya. Di sisi lain, Kementerian Perindustrian mencatat industri kesehatan dan kebugaran nasional, termasuk layanan diet dan nutrisi, tumbuh seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pencegahan penyakit. Nilai ekonomi sektor ini diperkirakan terus meningkat, sejalan dengan tren belanja rumah tangga untuk layanan preventif yang mengalami kenaikan pascapandemi. Baca Juga: Nutrition Program Manager LIGHThouse Clinic, Veronica, menambahkan momentum Ramadan kerap dimanfaatkan peserta untuk membangun pola makan yang lebih terkontrol dan berkelanjutan. (Kurniasih Miftakhul Jannah) Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.


Share this story

Read Original at women.okezone.com

Related Articles

women.okezone.com4 days ago
6 Cara Dampingi Anak Jalani Puasa Pertama di Ramadhan : Okezone Women

Published: 20260218T063000Z

liputan6.com1 day ago
Ketum Partai NasDem Surya Paloh Masih Pertimbangkan soal Wacana Koalisi Permanen

Published: 20260221T074500Z

pontianak.tribunnews.com1 day ago
Inilah Daftar Ketua dan Wakil Ketua DPRD Sambas Sekarang yang Memperjuangkan Aspirasi Warga Sambas

Published: 20260221T053000Z

liputan6.com7 days ago
Mengaku Alami GERD Padahal Belum Periksa , Dokter Kembangkan Situs SmartGerdX untuk Awam

Published: 20260216T033000Z

megapolitan.kompas.com7 days ago
Polda Metro Ungkap Alasan Medis Bahar bin Smith Tak Ditahan Meski Jadi Tersangka

Published: 20260215T043000Z