/data/photo/2026/01/28/6979b9538d2bd.jpg)
health.kompas.com · Feb 23, 2026 · Collected from GDELT
Published: 20260223T131500Z
KOMPAS.com - Flu kerap dianggap penyakit ringan, tetapi gejala yang muncul, seperti demam, nyeri otot, sakit kepala, hingga kelelahan ekstrem, bisa sangat mengganggu aktivitas. Saat musim flu tiba, banyak orang mencari cara agar bisa pulih lebih cepat dan kembali beraktivitas seperti biasa. Meski flu disebabkan oleh virus yang harus dilawan tubuh secara alami, ada beberapa langkah yang disarankan dokter untuk membantu pemulihan terasa lebih ringan dan efektif.Baca juga: Vaksin Tetap Penting Saat Super Flu Menyebar, Ini Cara Kerjanya di Tubuh Berikut 7 langkah agar flu lebih cepat sembuh, dirangkum dari rekomendasi para ahli kesehatan dan disesuaikan dengan gaya hidup sehari-hari. 1. Istirahat total Langkah paling mendasar sekaligus sering diremehkan saat flu adalah istirahat. Padahal, menurut profesor dan kepala penyakit menular di University at Buffalo, Thomas Russo, tubuh membutuhkan waktu istirahat agar energi bisa difokuskan sepenuhnya untuk melawan infeksi. “Istirahat membantu tubuh mengalihkan energi ke tempat yang paling dibutuhkan saat ini, yaitu proses penyembuhan,” ujar Russo, disadur Prevention, Senin (23/2/2026). Memaksakan diri tetap aktif saat flu justru bisa membuat tubuh terasa lebih lelah dan tidak nyaman, meski belum tentu memperpanjang durasi sakit. 2. Perbanyak minum Demam dan keringat berlebih saat flu membuat tubuh kehilangan banyak cairan. Jika tidak segera diganti, kondisi ini bisa memperberat gejala. Russo menjelaskan bahwa dehidrasi dapat mengganggu aliran darah ke organ tubuh. “Kurangnya cairan bisa menyebabkan aliran darah ke organ tidak optimal, dan itu jelas tidak baik saat tubuh sedang sakit,” katanya. Air putih, sup hangat, atau minuman elektrolit ringan bisa membantu menjaga hidrasi sekaligus membuat tubuh terasa lebih nyaman. 3. Vaksin flu Meski tidak berguna jika flu sudah terlanjur menyerang, vaksin flu terbukti membantu memperpendek durasi dan meringankan gejala bila seseorang terinfeksi setelah vaksinasi. Baca juga: Mengapa Super Flu Lebih Sulit Dilawan oleh Sistem Imun Tubuh? Ini Alasannya Dokter dan profesor kedokteran darurat di Rutgers New Jersey Medical School, Erin Muckey menegaskan pentingnya memperhatikan waktu jika ingin vaksin. “Tubuh memerlukan sekitar dua minggu untuk membentuk kekebalan setelah vaksin. Namun, ini adalah cara terbaik agar flu yang dialami menjadi lebih singkat dan ringan,” jelasnya.4. Konsultasikan obat antivirus dengan dokter Dalam kondisi tertentu, dokter dapat meresepkan obat antivirus seperti oseltamivir atau baloxavir. Menurut dokter spesialis penyakit menular, William Schaffner, obat ini bisa membantu meredakan gejala dan mempercepat pemulihan sekitar satu hari. “Obar antivirus memang tidak sempurna mencegah infeksi, tetapi jika kamu tertular, gejalanya cenderung lebih ringan dan pemulihan lebih cepat,” ujar Schaffner. Meski demikian, obat antivirus memiliki potensi efek samping, sehingga perlu pertimbangan medis sebelum digunakan. 5. Gunakan obat penurun demam Obat bebas seperti paracetamol atau ibuprofen dapat membantu meredakan demam, sakit kepala, dan nyeri otot. Menurut Schaffner, obat ini tidak selalu mempercepat kesembuhan, tetapi sangat membantu meningkatkan kenyamanan pasien. “Jika kamu merasa sangat tidak enak badan, mengonsumsi obat seperti paracetamol dapat membantu merasa lebih baik,” kata Russo. Ia mengingatkan, anak-anak dan remaja tidak boleh diberikan aspirin karena risiko sindrom Reye. 6. Pertimbangkan suplemen tambahan Jika nafsu makan menurun saat flu, suplemen seperti vitamin C, zinc, atau elderberry dapat dipertimbangkan. Adriana Glenn, dosen keperawatan di George Washington University, menyebut suplemen berguna untuk mendukung sistem imun, terutama bila asupan nutrisi harian terganggu. “Jika ingin menambahkan suplemen, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan atau apoteker untuk memastikan tidak ada interaksi dengan obat lain,” jelasnya. Baca juga: Bukan Flu Biasa, Virus Nipah Bisa Menyerang Otak dan Berujung Fatal 7. Lembapkan udara Udara kering, terutama di musim hujan atau ruangan ber-AC, bisa memperparah hidung tersumbat dan tenggorokan kering. Glenn menyarankan penggunaan humidifier atau uap hangat untuk membantu melembapkan saluran napas. “Udara yang lembap dapat membantu membersihkan saluran hidung dan mengurangi iritasi akibat udara kering,” ujarnya. Meski tidak mempercepat penyembuhan secara langsung, cara ini membuat proses pemulihan terasa lebih nyaman. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang