NewsWorld
PredictionsDigestsScorecardTimelinesArticles
NewsWorld
HomePredictionsDigestsScorecardTimelinesArticlesWorldTechnologyPoliticsBusiness
AI-powered predictive news aggregation© 2026 NewsWorld. All rights reserved.
Trending
AlsFebruaryTrumpNuclearMajorDane'sResearchElectionCandidateCampaignPartyNewsDigestSundayTimelineOneMilitaryPrivateStrikesNationPoliticalCrisisEricIran
AlsFebruaryTrumpNuclearMajorDane'sResearchElectionCandidateCampaignPartyNewsDigestSundayTimelineOneMilitaryPrivateStrikesNationPoliticalCrisisEricIran
All Articles
Waspada Hiperglikemia Saat Puasa , Ini Tanda Gula Darah Naik yang Perlu Diketahui
health.kompas.com
Clustered Story
Published 5 days ago

Waspada Hiperglikemia Saat Puasa , Ini Tanda Gula Darah Naik yang Perlu Diketahui

health.kompas.com · Feb 17, 2026 · Collected from GDELT

Summary

Published: 20260217T021500Z

Full Article

KOMPAS.com - Penderita diabetes tidak hanya berisiko mengalami gula darah rendah saat berpuasa, tetapi juga kenaikan gula darah atau hiperglikemia yang bisa berbahaya jika tidak dikendalikan. Dokter spesialis penyakit dalam RS Raja Ampat, dr. Andi Khomeini Takdir Haruni, Sp.PD(K), mengingatkan bahwa perubahan pola makan dan jadwal obat selama Ramadhan dapat memicu lonjakan gula darah.Dalam wawancara dengan Kompas.com, Selasa (10/2/2026), Andi menjelaskan bahwa hiperglikemia tetap bisa terjadi meski seseorang sedang berpuasa. “Di luar bulan Ramadhan pun, pasien diabetes tetap berisiko mengalami hiperglikemia. Saat puasa, risiko itu tetap ada kalau gula darah tidak terkontrol,” ujar Andi. Baca juga: Gula Darah Turun di Bawah 60, Penderita Diabetes Harus Segera Batalkan Puasa Apa itu hiperglikemia? Hiperglikemia adalah kondisi ketika kadar gula darah meningkat melebihi batas normal. Kondisi ini bisa terjadi karena asupan makanan berlebihan saat berbuka, konsumsi takjil tinggi gula, atau pengaturan obat yang tidak sesuai. Pasien yang memulai puasa dengan kondisi gula darah tidak stabil juga lebih berisiko mengalami lonjakan gula darah. Baca juga: Gula Darah di Atas 250, Penderita Diabetes Disarankan Tidak Puasa Gejala hiperglikemia yang perlu dikenali Shutterstock/Proxima Studio Ilustrasi diabetes. Dokter mengingatkan bahwa lonjakan gula darah atau hiperglikemia tetap bisa terjadi saat puasa jika pola makan dan obat tidak dikontrol dengan baik. Andi menjelaskan beberapa tanda hiperglikemia yang sering muncul pada pasien diabetes, yaitu: Banyak minum karena haus (polidipsia) Banyak buang air kecil (poliuri) Banyak makan (polifagi) Cepat lelah Luka sulit sembuh Gejala tersebut sering kali muncul perlahan sehingga tidak langsung disadari. Namun, jika dibiarkan, kondisi ini dapat memperburuk keadaan pasien. Baca juga: Puasa Aman bagi Penderita Diabetes, Ini Batas Gula Darah yang Harus Dijaga Mengapa bisa terjadi saat puasa? Selama Ramadhan, pola makan berubah menjadi dua kali utama, yaitu sahur dan berbuka. Pada sebagian pasien, momen berbuka justru menjadi waktu konsumsi makanan tinggi gula dan karbohidrat dalam jumlah besar. Lonjakan asupan tersebut dapat meningkatkan gula darah secara signifikan.Selain itu, ada pasien yang mengurangi atau menyesuaikan obat tanpa konsultasi dokter, sehingga kadar gula darah tidak terkontrol.Karena itu, Andi menekankan pentingnya pengawasan medis sebelum dan selama Ramadhan. Pasien dengan gula darah sangat tinggi, misalnya di atas 250 mg/dL, biasanya disarankan untuk menunda puasa. Jika selama puasa muncul gejala berat atau kondisi memburuk, pasien juga perlu mempertimbangkan untuk menghentikan puasa dan segera berkonsultasi ke fasilitas kesehatan. “Keselamatan pasien tetap nomor satu. Jangan memaksakan diri kalau kondisi tidak stabil,” kata Andi. Baca juga: Dokter Ungkap Waktu Terbaik Olahraga Saat Puasa, Jangan Asal Pilih Jam Konsultasi dan pengaturan makan jadi kunci Untuk mencegah hiperglikemia, pasien diabetes perlu mengatur pola makan dengan bijak. Porsi karbohidrat, sayur, dan buah harus disesuaikan. Konsumsi takjil manis perlu dibatasi dan tidak berlebihan. Penyesuaian obat, baik insulin maupun obat oral seperti metformin, harus dilakukan sesuai anjuran dokter. Andi juga mengingatkan pentingnya kesiapan mental dalam mengelola pola makan agar tidak tergoda berlebihan saat berbuka. Baca juga: Gula Darah Puasa dan Sewaktu, Ini Penentu Diabetes Menurut Dokter Puasa tetap aman jika terpantau Menurut Andi, mayoritas penderita diabetes tetap bisa menjalankan puasa selama gula darahnya terkendali. Namun, risiko hiperglikemia tidak boleh diabaikan. Pemantauan rutin dan komunikasi dengan dokter menjadi kunci agar ibadah tetap berjalan tanpa mengorbankan kesehatan. “Yang penting adalah kontrol gula darahnya dan jangan lepas dari pengawasan dokter,” ujar Andi. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Share this story

Read Original at health.kompas.com

Related Articles

lifestyle.kompas.comabout 5 hours ago
Waspadai Tanda Penderita Diabetes Harus Segera Membatalkan Puasa , Jangan Dipaksakan

Published: 20260222T024500Z

health.kompas.com2 days ago
Gula Darah Tak Stabil , Penderita Diabetes Kapan Harus Berhenti Puasa ?

Published: 20260220T071500Z

viva.co.id2 days ago
Waspada ! Ini Risiko Penyakit yang Kerap Muncul saat Puasa dan Cara Mencegahnya

Published: 20260219T213000Z

ameera.republika.co.idabout 4 hours ago
Mengenal Autofagi , Ketika Tubuh Makan Sel Rusak Saat Puasa

Published: 20260222T040000Z

merdeka.comabout 6 hours ago
Ahli Penyakit Dalam Ungkap Pentingnya Pola Makan Sehat Ramadhan untuk Puasa Aman dan Tetap Bugar

Published: 20260222T011500Z

tribunnews.comabout 17 hours ago
Demam Tinggi dan Gangguan Pernapasan ? Waspada Deteksi Dini Infeksi Virus Nipah

Published: 20260221T144500Z