:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/DR-WIKAN-BASWORO.jpg)
tribunnews.com · Feb 17, 2026 · Collected from GDELT
Published: 20260217T121500Z
Ringkasan Berita: Meski bulan Ramadhan menjadi bulan yang dinanti-nanti, tak banyak yang merasa khawatir dengan datangnya bulan suci tersebut. Mereka adalah orang-orang yang memiliki penyakit Gastroesophageal Reflux Disease (GERD). Dosen senior Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) UGM, K.R.T. dr. H. Wikan Basworo, Sp.FM(K)., M.Sc., memberikan tips bagi penderita GERD yang ingin berpuasa di bulan Ramadhan. TRIBUNNEWS.COM - Bulan Ramadhan menjadi bulan yang sangat ditunggu-tunggu oleh umat Muslim di dunia, terutama Indonesia. Namun, tak sedikit orang yang merasa khawatir karena memiliki penyakit Gastroesophageal Reflux Disease (GERD). Lantas, bagaimana cara bagi penderita GERD yang ingin tetap berpuasa selama bulan Ramadhan? Pakar patologi forensik sekaligus dosen senior di Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) UGM, K.R.T. dr. H. Wikan Basworo, Sp.FM(K)., M.Sc., memberikan penjelasan bagaimana cara penderita GERD tetap dapat berpuasa selama bulan Ramadhan. Apa Itu GERD? Menurut dr. Wikan, GERD adalah kondisi medis yang terjadi akibat adanya gangguan pada katup atau klep di bagian atas lambung. Secara normal, klep ini berfungsi sebagai pintu satu arah yang menutup rapat setelah makanan masuk agar tidak kembali ke kerongkongan. "Pada kondisi GERD, klep ini sudah tidak bekerja dengan baik. Akibatnya, makanan atau cairan asam lambung membalik alirannya naik ke atas melewati dinding esofagus hingga ke tenggorokan," jelas dr. Wikan saat ditemui Tribunnews.com, Selasa (17/2/2026). Asam lambung, lanjutnya, memiliki sifat korosif yang sangat kuat karena berfungsi menghancurkan makanan secara kimiawi. Jika cairan ini naik ke jaringan lunak, maka akan terjadi erosi. Dalam tingkat yang parah, asam lambung bahkan bisa mencapai rongga mulut dan merusak gigi hingga keropos. Baca juga: Hukum Puasa Ramadhan bagi Penderita GERD: Menjaga Kesehatan Jiwa Lebih Utama Dr. Wikan menyebutkan beberapa kelompok masyarakat yang memiliki predisposisi atau kecenderungan lebih tinggi terkena GERD. Pertama adalah orang yang gemar makan dalam porsi yang terlalu besar. Kemudian kelompok lanjut usia yang fungsi tubuhnya mulai menurun. Terakhir, kebiasaan mengonsumsi makanan pedas dan minuman beralkohol secara berlebihan. Menurut dr. Wikan, kondisi ini menjadi krusial saat bulan Ramadhan, karena perubahan pola makan dan aktivitas lambung selama berpuasa.