NewsWorld
PredictionsDigestsScorecardTimelinesArticles
NewsWorld
HomePredictionsDigestsScorecardTimelinesArticlesWorldTechnologyPoliticsBusiness
AI-powered predictive news aggregation© 2026 NewsWorld. All rights reserved.
Trending
AlsNewsFebruaryMajorDane'sResearchElectionCandidateCampaignPartyStrikesDigestSundayTimelinePrivateCrisisPoliticalEricBlueCreditFundingRamadanAdditionalLaunches
AlsNewsFebruaryMajorDane'sResearchElectionCandidateCampaignPartyStrikesDigestSundayTimelinePrivateCrisisPoliticalEricBlueCreditFundingRamadanAdditionalLaunches
All Articles
Blak - blakan Dokter Piprim Usai Dipecat Menkes : Pak Menteri Berbohong di Hadapan Publik
tribunnews.com
Published 2 days ago

Blak - blakan Dokter Piprim Usai Dipecat Menkes : Pak Menteri Berbohong di Hadapan Publik

tribunnews.com · Feb 20, 2026 · Collected from GDELT

Summary

Published: 20260220T144500Z

Full Article

Ringkasan Berita: Dokter spesialis jantung anak senior, dr. Piprim Basarah Yanuarso angkat suara soal pemecatan terhadap dirinya oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin Kemenkes berdalih pemecatan ini karena dr. Piprim melanggar disiplin PNS, yakni tidak masuk kerja selama 28 hari dr. Piprim mengungkap bahwa akar masalah sesungguhnya adalah penolakannya terhadap intervensi Kemenkes terhadap independensi Kolegium Kedokteran TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dokter spesialis jantung anak senior, dr. Piprim Basarah Yanuarso angkat suara soal pemecatan terhadap dirinya oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Kemenkes berdalih pemecatan ini karena dr. Piprim melanggar disiplin PNS, yakni tidak masuk kerja selama 28 hari. Namun, dr. Piprim yang juga mantan Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) ini pun buka suara. Baca juga: Kagamadok UGM Soroti Pemecatan dr Piprim, Desak Pemerintah Lindungi Marwah Profesi Medis Dalam wawancara khusus dengan Tribunnews, dr. Piprim mengungkap bahwa akar masalah sesungguhnya adalah penolakannya terhadap intervensi Kemenkes terhadap independensi Kolegium Kedokteran. “Surat pemecatan saya keluar tepat dua hari setelah MK memutuskan bahwa kolegium harus independen. Sebelumnya, Kemenkes bahkan menyurati Dirjen AHU agar situs administrasi organisasi profesi kami diblokir,” kata dr. Piprim. Bahkan, ia menyebut mutasi dirinya ke RS Fatmawati adalah bentuk ‘hukuman’ dan upaya pembungkaman. Baca juga: ILUNI FKUI Soroti Pemecatan dr Piprim, Tekankan Independensi Profesi dan Perlindungan Dokter Berikut petikan wawancara khusus Tribunnews dengan dr. Piprim Basarah Yanuarso: Tanya: Kemenkes menyebut Anda dipecat karena tidak masuk 28 hari, namun Anda merasa ini soal mutasi paksa. Bagaimana kejadian sebenarnya, Dok? Jawab: Sebetulnya kita mesti merunut ke belakang. Kenapa saya tidak masuk 28 hari itu ada alasannya, bukan karena malas. Sebagai Ketua IDAI, saya menjalankan amanah Kongres untuk mengawal independensi Kolegium Kedokteran yang sudah berdiri 50 tahun. Tiba-tiba, Menkes membuat kolegium versi Kemenkes dengan pemilihan online yang hanya diikuti 120 orang dari 5.400 dokter anak. Jelas ini tidak representatif. Karena saya keras menentang dualisme ini, Februari lalu saya sudah diwanti-wanti. Ada pejabat Kemenkes yang bilang, "Prim, kamu sudah ditandai. Kalau terus menentang, kamu akan dimutasi." Dan benar saja, bulan April saya tiba-tiba dimutasi dari RSCM ke RS Fatmawati tanpa diskusi. Tanya: Kemenkes beralasan mutasi itu untuk pemerataan layanan karena RS Fatmawati butuh dokter jantung anak. Tanggapan Anda? Jawab: Pak Menteri sudah berbohong di hadapan publik. Di Fatmawati itu sudah ada dokter jantung anak yang bekerja bertahun-tahun, yang kebetulan murid saya. Yang mau pensiun itu dokter spesialis anak biasa, bukan dokter jantung anak. Mutasi ini cacat prosedur dan murni sebagai hukuman karena saya vokal. Saya sudah tawarkan win-win solution. Saya ini dosen, mendidik calon dokter spesialis di RSCM. Kalau dipindah total ke Fatmawati, kasihan murid dan pasien saya. Saya usul penugasan 1-2 hari di Fatmawati, sisanya tetap di RSCM. Tapi ditolak Dirut RSCM dengan alasan harus mengamankan perintah atasan. Tanya: Jadi ketidakhadiran 28 hari itu adalah bentuk protes Anda? Jawab: Kalau saya masuk kerja di Fatmawati, itu sama saja saya menyetujui mutasi yang sewenang-wenang ini. Saya sedang menempuh jalur PTUN dan meminta izin tetap bekerja di tempat asal (RSCM) selama proses hukum. Tapi akses saya sebagai DPJP (Dokter Penanggung Jawab Pelayanan) di RSCM ditutup sepihak. Padahal saya tetap melakukan aktivitas mengajar, menguji, dan membimbing tesis mahasiswa.


Share this story

Read Original at tribunnews.com

Related Articles

tribunnews.comabout 21 hours ago
Demam Tinggi dan Gangguan Pernapasan ? Waspada Deteksi Dini Infeksi Virus Nipah

Published: 20260221T144500Z

tribunnews.com1 day ago
Faktor Penentu Kualitas Hidup bagi Penyintas Kanker Lansia

Published: 20260221T074500Z

tribunnews.com1 day ago
Olahraga Sebelum Sahur Saat Ramadan , Aman atau Bikin Tumbang ? Ini Penjelasan Dokter

Published: 20260221T020000Z

tribunnews.com1 day ago
Dr . Piprim Tolak Tawaran Praktik di Luar Negeri : Hidup Saya untuk Pasien RSCM

Published: 20260221T011500Z

tribunnews.com2 days ago
Legislator PAN Sebut Jokowi Otak Revisi UU KPK : Gagasannya dari Istana , DPR Cuma Diminta Usulkan

Published: 20260220T043000Z

tribunnews.com3 days ago
Harga Minyak Dunia Naik , Pasar Khawatir Konflik AS - Iran Ganggu Pasokan Energi

Published: 20260219T140000Z