:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Dedi-Mulyadi-Koordinasi-Penyelamatan-Aset-Negara-dengan-KPK_20251211_130639.jpg)
tribunnews.com · Feb 22, 2026 · Collected from GDELT
Published: 20260222T161500Z
Ringkasan Berita: Dedi Mulyadi dinobatkan menjadi gubernur yang paling banyak diperbincangkan dan disorot di media mainstream maupun media sosial. Gubernur Jawa Barat itu mengungguli Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, dan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Total lebih dari 200 ribu pemberitaan selama setahun dari 20 Februari 2025-19 Februari 2026 membicarakan terkait Dedi Mulyadi. Sementara, total interaksi atau engagement di medsos mencapai 4,2 miliar kali. TRIBUNNEWS.COM - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi dinobatkan menjadi gubernur paling menyedot perhatian publik berdasarkan pemberitaan di media serta tingkat interaksi atau engagement di media sosial (medsos). Adapun hal ini berdasarkan riset yang dilakukan oleh Deep Intelligence Research (DIR) dalam rentang 20 Februari 2025-19 Februari 2026 bertajuk 'Rapor Setahun Pemerintah Daerah Provinsi 2026'. DIR merupakan lembaga riset dan media monitoring yang digagas oleh Deep Indonesia yang berkolaborasi dengan lembaga riset berbasis artificial intelligence (AI). Sementara, Deep Indonesia adalah lembaga non government organisation (NGO) yang memiliki fokus terhadap isu pendidikan politik terhadap pemilih atau voters, pemilu, kajian dan penelitian, kepentingan publik, dan advokasi melalui media. Dalam riset yang dilakukan, DIR menggunakan data berupa 1.887.196 pemberitaan di media siber, cetak, maupun elektronik. Baca juga: Dedi Mulyadi Raih Kepuasan Publik 95,5 Persen, Diperhitungkan Jadi Calon Pemimpin Nasional Lalu, ketika diolah, pemberitaan tersebut meraih total engagement sebesar 5.624.353.582 dengan audiens 33.798.508.877. Data di atas berdasarkan pemberitaan di 11 ribu media online, 200 media cetak, dan 40 media elektronik. Selain itu, DIR juga menggunakan data percakapan di media sosial sebanyak 4.573.206 yang meliput 112.442 percakapan di X, 204.337 di Facebook, 854.473 di Instagram, 2.063.710 di TikTok, 27.468 di Threads, dan 1.309.974 di YouTube. Adapun data dari percakapan di medsos ini diperoleh DIR dari melakukan crawling. Crawling merupakan proses pengambilan data secara otomatis dari website oleh mesin pencari (search engine). Berdasarkan data yang diperoleh, Dedi Mulyadi menempati posisi teratas terkait pemberitaannya di media. Total lebih dari 200 ribu pemberitaan terkait Dedi. "Dalam kategori Highest Publication, Dedi Mulyadi menempati posisi teratas di mana Gubernur Jawa Barat itu mencatat 194,4 ribu pemberitaan media online, 16,1 ribu pemberitaan cetak, dan 4,6 ribu pemberitaan elektronik." "Narasi kebijakan kerakyatan, isu sosial, serta konsolidasi wilayah menjadi penopang utama stabilitas eksposurnya," kata DIR dalam keterangan tertulis, MInggu (22/2/2026). Selain itu, Dedi juga menempati posisi teratas sebagai gubernur dengan engagement tertinggi di media sosial. Ia membukukan total engagement sebesar 4,2 miliar dengan audiens mencapai 25,5 miliar di beberapa media sosial seperti TikTok, Instagram, dan YouTube.