:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/tumis-kangkung-pedas-terasi.jpg)
aceh.tribunnews.com · Feb 15, 2026 · Collected from GDELT
Published: 20260215T173000Z
Ringkasan Berita: Menu rumah sakit dipilih secara selektif agar sesuai kebutuhan gizi dan aman untuk berbagai kondisi pasien. Kangkung termasuk sayuran berdaun yang tinggi purin, oksalat, dan nitrat, sehingga cenderung dibatasi untuk pasien rawat inap. Alasan praktis juga jadi pertimbangan, karena sayuran berdaun cepat layu, tidak tahan disimpan lama, dan volumenya menyusut drastis setelah dimasak. SERAMBINEWS.COM - Sayur kangkung dan sayuran berdaun lainnya jarang disajikan untuk pasien rumah sakit bukan semata karena isu kontaminasi logam berat. Tetapi juga karena pertimbangan keamanan gizi dan alasan praktis seperti sulit disimpan, cepat rusak, serta kandungan purin, oksalat, dan nitrat yang bisa berisiko bagi kondisi klinis tertentu. Dosen Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, Hana Fitria Navratilova, SGz, MSc, PhD, menjelaskan bahwa pemilihan menu di fasilitas pelayanan kesehatan dilakukan secara selektif. Hal itu guna memastikan keamanan pangan serta kesesuaian gizi bagi berbagai kondisi klinis pasien. Bukan semata kontaminan, Hana menjelaskan, alasan kangkung jarang disajikan bukan semata-mata karena kekhawatiran terhadap kontaminan. Ada alasan praktis lain kenapa kangkung jarang digunakan di dalam menu makanan rumah sakit. Baca juga: Obama Geram dengan Video Rasis Trump, Soroti Hilangnya Rasa Malu dalam Politik Amerika “Secara umum sayuran berdaun memang jarang disajikan pada menu rumah sakit karena selain alasan praktis seperti penyimpanan dan pengolahan, juga sayuran berdaun cenderung tinggi purin,” ujarnya, dilansir dari laman IPB University, Minggu (15/2/2026). Selain purin, kandungan oksalat dan nitrat pada sayuran berdaun juga menjadi pertimbangan pembatasan konsumsi bagi pasien rawat inap. Menurut Hana, sayuran berdaun harus segera diolah setelah diterima karena tidak dapat disimpan lama. Oleh karena itu, rumah sakit cenderung memilih jenis sayur yang aman dikonsumsi oleh mayoritas pasien serta lebih mudah dalam pengelolaan. “Jadi bukan alasan kontaminan,” tegasnya. Dijelaskannya, logam berat bersifat kontaminan. Apabila dikonsumsi melebihi batas aman dan dalam jangka waktu lama, tubuh tidak lagi mampu menetralkan dan membuang dari sistem tubuh. Ia menyebut, kontaminasi logam berat tidak terbatas hanya pada kangkung, tapi bisa dari pangan lain seperti beras dan seafood. Baca juga: Penjual Pentol Ditertibkan Satpol PP-WH Banda Aceh, Ternyata Ini Alasannya Meski kangkung bisa berasal dari sumber terkontrol seperti hidroponik dan telah lolos uji keamanan, standar diet rumah sakit tetap mengutamakan jenis sayur yang aman bagi sebagian besar pasien. “Sayuran berdaun mengalami penyusutan volume signifikan setelah dimasak sehingga kurang ideal saat penyajian. Karena itu, sayuran berdaun, tidak terbatas kangkung, jarang digunakan di rumah sakit,” pungkasnya. (*) Sumber: https://www.kompas.com/edu/read/2026/02/15/093000271/mengapa-kangkung-tidak-dipakai-buat-menu-pasien-rs-ini-kata-pakar-ipb