NewsWorld
PredictionsDigestsScorecardTimelinesArticles
NewsWorld
HomePredictionsDigestsScorecardTimelinesArticlesWorldTechnologyPoliticsBusiness
AI-powered predictive news aggregation© 2026 NewsWorld. All rights reserved.
Trending
TariffTrumpTradeAnnounceLaunchPricesStrikesMajorFebruaryCourtNewsDigestSundayTimelineSafetyGlobalMarketIranianTestStocksTechChinaMilitaryTargets
TariffTrumpTradeAnnounceLaunchPricesStrikesMajorFebruaryCourtNewsDigestSundayTimelineSafetyGlobalMarketIranianTestStocksTechChinaMilitaryTargets
All Articles
Sanae Takaichi Dipastikan Akan Terpilih Kembali sebagai PM Jepang
ohayojepang.kompas.com
Clustered Story
Published 4 days ago

Sanae Takaichi Dipastikan Akan Terpilih Kembali sebagai PM Jepang

ohayojepang.kompas.com · Feb 18, 2026 · Collected from GDELT

Summary

Published: 20260218T044500Z

Full Article

OHAYOJEPANG - Sanae Takaichi hampir dipastikan kembali memimpin Jepang setelah Partai Demokrat Liberal (LDP) meraih kemenangan telak dalam pemilu DPR 8 Februari.Parlemen Jepang akan memilihnya kembali sebagai perdana menteri dalam sidang khusus yang dimulai Rabu (18/2/2026).Kemenangan tersebut memberi partainya mayoritas super di majelis rendah dan memperkuat posisi pemerintah dalam mendorong agenda kebijakan ke depan.Sidang khusus ini sekaligus menandai dimulainya kembali proses politik nasional, mulai dari pembentukan kabinet baru hingga pembahasan anggaran tahun fiskal berikutnya.Baca juga: Partai LDP Menang Pemilu Jepang, Apa Artinya bagi Kepemimpinan Sanae Takaichi? PM Jepang Sanae Takaichi Resmi Tempati Rumah Dinas, Konon Berhantu Siapa Sanae Takaichi, Perempuan Pertama yang Duduki Kursi Perdana Menteri Jepang? Takaichi Kembali Berkuasa dengan Mayoritas Super di DPRSebelum sidang 150 hari dimulai, kabinet Takaichi mengundurkan diri secara kolektif sesuai ketentuan Konstitusi.Melansir Kyodo News (18/2/2026), Takaichi kemudian dijadwalkan membentuk kabinet barunya pada hari yang sama.Para eksekutif Partai Demokrat Liberal dan seluruh menteri diperkirakan tetap menjabat dalam kabinet baru tersebut.Menteri Luar Negeri Toshimitsu Motegi, Menteri Keuangan Satsuki Katayama, dan Menteri Pertahanan Shinjiro Koizumi diprediksi mempertahankan posisinya seperti dalam kabinet pertama Takaichi yang dibentuk setelah ia menjadi ketua partai dan perdana menteri pada Oktober.Takaichi dijadwalkan menggelar konferensi pers pada Rabu malam untuk menjelaskan kebijakan fiskalnya yang ia sebut bertanggung jawab namun agresif.


Share this story

Read Original at ohayojepang.kompas.com

Related Articles

Al Jazeera4 days ago
Japan’s Sanae Takaichi reappointed as PM

Japan’s Sanae Takaichi was formally reappointed as prime minister by Emperor Naruhito.

dhakacourier.com.bd7 days ago
Japanese Prime Minister Sanae Takaichi governing party

Published: 20260215T173000Z

baomoi.comabout 5 hours ago
Những đôi trai tài gái sắc trên chính trường Nhật Bản , Thủ tướng Sanae Takaichi ở hạng cao

Published: 20260222T080000Z

gdnonline.com1 day ago
World News : Japan PM Takaichi warns of China coercion , vows security overhaul

Published: 20260221T104500Z

South China Morning Post2 days ago
Japan’s Takaichi targets Chinese ‘coercion’, US ties in first speech after landslide win

Highlighting Chinese “coercion”, Japanese Prime Minister Sanae Takaichi’s first speech in parliament since her party’s landslide victory indicated that managing Tokyo’s relationship with Washington would be a priority, according to analysts. Takaichi on Friday said Beijing’s growing “coercion” was driving the island nation to be “strong and prosperous” and that “Japan faces its most severe and complex security environment since World War II”. “China is intensifying its attempts to unilaterally...

South China Morning Post2 days ago
Takaichi vows to make Japan ‘strong and prosperous’, rules out ‘reckless’ fiscal policy

Prime Minister Sanae Takaichi pledged on Friday to make Japan “strong and prosperous”, while hitting out at China and pledging to keep “hitting the growth button” following her party's landslide election win. “China is intensifying its attempts to unilaterally change the status quo by force or coercion in the East China Sea and the South China Sea, while also expanding and stepping up its military activities in the areas surrounding our country,” Takaichi told parliament in a policy...