%2Fdata%2Fphoto%2F2026%2F02%2F28%2F69a2ffe6ad66d.png&w=1920&q=75)
internasional.kompas.com · Mar 1, 2026 · Collected from GDELT
Published: 20260301T013000Z
WASHINGTON, KOMPAS.com - Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan ke beberapa target militer Iran pada Sabtu (28/2/2026). Ini menjadi semacam pola operasi militer AS di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump yang berlangsung pada akhir pekan.Serangan AS ke fasilitas nuklir Iran pada Juni 2025 juga berlangsung pada akhir pekan. Pada September 2025, AS juga melancakan serangan akhir pekan yang menargetkan kapal-kapal yang diklaim terlibat dalam penyelundukan narkoba. Baca juga: Terbesar Sepanjang Sejarah, Israel Kerahkan 200 Jet Tempur untuk Gempur Iran Pada Januari lalu, AS juga melancarkan operasi militer di Venezuela untuk menangkap Nicolas Maduro, juga dilakukan pada hari Minggu. Jauh sebelumnya, pada periode pertama Trump menjabat, serangan AS yang menewaskan jenderal top Iran, Qassem Soleimani juga berlangsung pada Jumat malam, tepatnya pada 3 Januari 2020. Lantas, mengapa serangan militer AS di bawah pemerintahan Trump cenderung berlangsung akhir pekan? Baca juga: Jika Benar Khamenei Meninggal, Apa yang Akan Terjadi di Iran? Mengurangi guncangan pasar keuangan Dikutip dari Almasry Alyoum, pemilihan waktu operasi militer di akhir pekan merupakan langkah strategis yang penuh perhitungan. Hal ini dilakukan untuk mengurangi dampak langsung terhadap pasar keuangan global. Dengan melancarkan serangan saat pasar saham libur, pemerintah AS memberikan waktu bagi pasar untuk "menyerap" guncangan sebelum pekan perdagangan baru dimulai kembali pada Senin pagi. Pendekatan ini sejalan dengan analisis Bloomberg yang menyoroti pola konsisten Trump dalam menjaga stabilitas ekonomi di tengah ketegangan militer. Trump dinilai selalu berupaya menyeimbangkan ketegasan militer dengan upaya menjaga harga minyak dunia, yang biasanya sensitif terhadap konflik di Timur Tengah. Baca juga: Iran Bantah Khamenei Tewas, Sebut Masih Pimpin Serangan Kendali narasi dan tekanan politik WIKIMEDIA COMMONS/THE WHITE HOUSE Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dalam pidato kenegaraan State of the Union, Selasa (24/2/2026). Selain faktor ekonomi, para analis mencatat bahwa pemilihan waktu akhir pekan memberikan kesempatan bagi Gedung Putih untuk mengendalikan narasi media. Sebab, perhatian global dan jumlah personel operasional di berbagai lembaga biasanya berkurang pada hari libur.